MITRA PILIHAN ANDALAN KESEHATAN KELUARGA | Telp : 021 - 5422 0811 | Gawat Darurat : 021 - 5422 0818 *** Telah Di buka Klinik Spesialis Hari Minggu, Jam 10.00 - 13.00 WIB, Klinik Spesialis Kebidanan - Kandungan, Klinik Spesialis Anak dan Klinik Penyakit Dalam

Waspada MERS-CoV

 

WASPADA MERS-CoV

 

Serpong, 26 Juni 2015,


Middle East Respiratory Syndrome - Corona Virus (MERS-CoV) adalah suatu strain baru virus Corona yang belum pernah ditemukan menginfeksi manusia sebelumnya. MERS-CoV pertama kali ditemukan di Arab Saudi pada bulan Maret 2012 dan menyebar ke Eropa serta negara lain. Berdasarkan laporan WHO, negara yang terjangkit MERS-CoV adalah Saudi Arabia, Yordania, Qatar, Uni Emirat Arab, Mesir, Iran, Kuwait, Lebanon, Oman, Yaman, Inggris, Jerman, Perancis, Austria, Italia, Belanda, Algeria, Tunisia, Korea Selatan dan China, Malaysia, Filipina, Thailand, Amerika Utara. Sebanyak > 85% kasus dilaporkan berasal dari Arab Saudi. Kasus di Korea Selatan masih terbilang baru. Seorang pria yang baru pulang dari perjalanan ke Bahrain terdeteksi MERS-CoV pada tanggal 20 Mei 2015. Sejak ini sampai tanggal 25 Juni 2015, dilaporkan 179 kasus positif MERS-CoV di Korea Selatan, dengan 29 orang pasien yang meninggal.

Berdasarkan laporan WHO, sejak tahun 2012 sampai 19 Juni 2015, telah ditemukan 1338 kasus konfirmasi MERS-CoV dengan 475 kematian, dari 26 negara. Penderita 66% adalah laki-laki dengan median umur 50 tahun (antara 9 bulan – 99 tahun)

 

MERS-COV adalah virus yang menyerang saluran pernapasan dan menyebabkan gejala ringan hingga berat, bahkan dapat akan menyebabkan kematian. Gejalanya adalah demam, batuk dan sesak nafas, yang bersifat akut. Penyakit akan lebih parah bila pasien memiliki penyakit ko-morbid seperti diabetes, penyakit ginjal kronik, penyakit jantung kronik, hipertensi, dan penyakit paru kronik.    

 

Masa inkubasi menjadi penyakit MERS-CoV adalah 2-14 hari, sehingga seseorang yang terinfeksi virus ini di daerah Timur Tengah atau negara lain yang terdapat kasus MERS-CoV, gejalanya baru muncul setelah kembali ke negara asalnya.
Oleh karena itu, setiap orang yang dicurigai terkena virus ini agar segera memeriksakan diri, terlebih lagi bila baru pulang dari berpergian di daerah Timur Tengah atau negara lain yang terdapat kasus MERS-CoV.

Penyakit ini bisa ditularkan melalui kontak langsung dengan penderita MERS-CoV melalui droplet/percikan cairan batuk/bersin. Orang-orang yang berada di sekitar pasien yang dicurigai terinfeksi virus MERS-CoV perlu memeriksakan diri ke pusat kesehatan setempat.
Sampai saat ini belum ada kasus dilaporkan di Indonesia, tetapi pemerintah tetap perlu mewaspadai penyebaran penyakit ini, mengingat banyak warga negara Indonesia yang berpergian ke luar negeri, khususnya di waktu liburan sekolah ini, dan banyak yang berpergian ke Arab Saudi, negara asal MERS-CoV, untuk menunaikan ibadah haji dan umrah.


Kementerian Kesehatan mengeluarkan 11 anjuran yang dapat dilakukan untuk mencegah wabah penyakit berbahaya tersebut, yaitu:
1.  Selalu menjaga kesehatan dengan melaksanakan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PBHS),
     seperti makan makanan bergizi, cukup istirahat, tidak merokok, dll
2.  Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau cairan antiseptik
3. Jika tidak mungkin menghindari kerumunan orang, disarankan menggunakan masker
4.  Hindari kontak erat dengan orang yang mengalami gejala sakit pernapasan
5.  Apabila memiliki penyakit kronik, seperti jantung, paru, gangguan ginjal atau yang
     lainnya, disarankan menunda perjalanan ke negara-negara di kawasan Timur
     Tengah atau Korea Selatan. Lakukan pemeriksaan rutin ke dokter. Bagi penderita
     penyakit kronik, disarankan minum obat rutin secara teratur
6.  Menutup hidung dan mulut dengan masker, tisu/sapu tangan, atau lengan baju ketika
      batuk atau bersin. Buang tisu yang telah dipakai ke tempat sampah yang tertutup rapi
7.  Jika berada di kawasan Timur Tengah, hindari kontak dengan unta dan selalu konsumsi
      makanan dan minuman yang telah dimasak dengan benar
8.  Jika berada di Korea Selatan, hindari mengunjungi rumah sakit yang merawat pasien
      MERS CoV
9.   Apabila selama berada di negara-negara Timur Tengah atau Korea Selatan mengalami
      keluhan batuk, demam atau sesak nafas, segera konsultasi pada petugas kesehatan
10. Apabila dalam kurun waktu 14 hari sampai di Tanah Air mengalami keluhan batuk,
      demam atau sesak nafas yang cepat memburuk dalam 1-2 hari, segera konsultasikan
      pada petugas kesehatan. Beritahukan Anda baru kembali dari negara-negara Timur
      Tengah atau Korea Selatan
11. Selalu ikuti perkembangan terbaru mengenai MERS CoV.


(mkt)

 

 

Berita

Agenda Bulan Ini

Agenda Yang Lalu