MITRA PILIHAN ANDALAN KESEHATAN KELUARGA | Telp : 021 - 5422 0811 | Gawat Darurat : 021 - 5422 0818 *** Telah Di buka Klinik Spesialis Hari Minggu, Jam 10.00 - 13.00 WIB, Klinik Spesialis Kebidanan - Kandungan, Klinik Spesialis Anak dan Klinik Penyakit Dalam

Indikator Mutu RS St. Carolus Summarecon Sepong

 

INDIKATOR MUTU RS ST CAROLUS SUMMARECON SERPONG

 1. Pencegahan Pasien Jatuh Sebagai Strategi Keselamatan
     Pasien di Rumah Sakit

2. Inisiasi Menyusu DIni (IMD)

3. Mencuci Tangan

 


 

1. Pencegahan Pasien Jatuh Sebagai Strategi Keselamatan
    Pasien di Rumah Sakit

Rumah sakit telah menetapkan Keselamatan pasien sebagai prioritas utama dalam pelayanan. Banyak risiko yang mungkin terjadi selama pasien dirawat di rumah sakit, salah satunya adalah Pasien Jatuh. Kejadian pasien jatuh merupakan insiden yang tidak diharapkan terjadi di rumah sakit,karena dapat mengakibatkan cedera. Karena kondisi penyakitnya atau pengaruh obat-obatan yang diterima, pasien yang dirawat di Rumah Sakit dapat berisiko jatuh.

Upaya yang telah dilakukan oleh Rumah Sakit St carolus Summarecon Serpong untuk mengurangi atau mencegah kejadian pasien jatuh di ruang perawatan antara lain :

  • Setiap pasien yang baru dirawat di rumah sakit dilakukan pengkajian risiko jatuh oleh perawat dan pada pasien dengan risiko jatuh tinggi dilakukan pengkajian ulang secara berkala.
  • Pada pasien yang memiliki risiko jatuh, pasien akan dipasang gelang atau pin penanda berwarna kuning yang merupakan identitas standar untuk pasien dengan risiko jatuh

 

Pemberian tanda risiko jatuh ditempatkan pada :

  • Pintu kamar pasien
  • Di tempat tidur pasien

 

  • Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga, antara lain :
    • Orientasi kamar rawat inap kepada pasien dan keluarga.
    • Posisi tempat tidur rendah, disesuaikan dengan tinggi pasien, rem tempat tidur berfungsi dengan baik.
    • Bel panggilan terletak dalam jangkauan pasien, memberikan edukasi kepada pasien / keluarga mengenai fungsi bel ini.
    • Bebaskan lingkungan perawatan dari peralatan yang tidak perlu, perabot terletak pada tempatnya, ruangan bebas potensi bahaya (misalnya : kabel yang tercecer di lantai, lantai yang licin).
    • Side rails (aling-aling tempat tidur) terpasang dengan baik, hindari adanya celah yang lebar di samping tempat tidur agar pasien tidak terperosok melalui celah.
    • Gunakan alas kaki yang tidak licin.
    • Gunakan ukuran pakaian yang pas dengan ukuran tubuh pasien untuk mencegah risiko terjerembab.
    • Tawarkan ke kamar kecil secara teratur.

Rumah Sakit St Carolus Summarecon Serpong memiliki 2 indikator mutu terkait pasien jatuh, yaitu : 

  1. Kejadian pasien jatuh di ruang perawatan pada pasien dengan risiko jatuh skala sedang dan berat Target yang ingin dicapai adalah tidak ada pasien jatuh diruang perawatan
  2. Kepatuhan pengisian formulir pengkajian pasien jatuh oleh perawat

Berikut ini adalah grafik indikator mutu terkait pasien jatuh :

  1. Grafik keberhasilan pencegahan pasien jatuh di ruang perawatan dengan skala sedang dan berat

 

 

 

Angka kejadian pasien jatuh di ruang perawatan periode Januari 2017 - September 2017 masih berfluktuasi. Penyebab pasien jatuh antara lain :

  • Pasien terpeleset di kamar mandi yang masih licin setelah digunakan. Kamar perawatan yang ditempati lebih dari 1 pasien potensial menyebabkan lantai kamar mandi licin.
  • Aling-aling tempat tidur tidak terpasang, terutama pada pasien anak saat orangtua mendampingi anak di tempat tidur

Tindak lanjut yang telah dilakukan :

  • Memasang alas lantai kamar mandi anti slip di kamar mandi pasien
  • Tetap mengingatkan pasien dan keluarga untuk memasang aling-aling tempat tidur

2. Grafik Kepatuhan pengisian formulir pengkajian pasien jatuh

 

 

 

Kepatuhan pengisian formulir pengkajian pasien jatuh di ruang perawatan sudah melebihi target, tetapi belum mencapai 100%,  disebabkan :

  • Pada saat banyak pasien baru masuk ke ruang perawatan dalam waktu yang hampir bersamaan
  • Petugas lupa mengisi formulir pengkajian pasien jatuh

Tindak lanjut yang telah dilakukan :

  • Mengingatkan petugas untuk selalu mengisi formulir pengkajian pasien jatuh
  • Penanggung jawab unit memantau pengisian formulir pengkajian pasien jatuh 

 

2. Inisiasi Menyusu DIni ( IMD )

Air Susu Ibu ( ASI ) adalah susu yang diproduksi oleh manusia untuk konsumsi bayi dan merupakan sumber gizi utama bayi yang belum dapat mencerna makanan padat.

ASI mengandung komponen makro dan mikro nutrien, yang termasuk makronutrien adalah karbohidrat, protein dan lemak sedangkan mikronutrien adalah vitamin dan mineral. Air Susu Ibu hampir 90% terdiri dari air. Selain memiliki nutrisi yang lengkap dan terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi, pemberian ASI memberikan manfaat yaitu :

  1. ASI kaya akan zat penting yang dibutuhkan oleh bayi
  2. ASI memberikan kekebalan yang optimal bagi bayi
  3. ASI tidak basi dan selalu segar
  4. ASI lebih higienis dibandingkan dengan susu lain
  5. ASI menjadi pelindung yang baik
  6. ASI merupakan pelindung dari berbagai alergi makanan
  7. ASI makanan yang tepat untuk bayi

World Health Organizations ( WHO ) merekomendasikan proses Inisiasi Menyusu Dini ( IMD ). Inisiasi Menyusu Dini ( IMD ) adalah kegiatan untuk melakukan kontak kulit ibu dengan kulit bayi segera setelah lahir selama paling sedikit satu jam.

Proses tersebut dilaksanakan dengan cara menempatkan bayi didada ibunya segera setelah sang bayi keluar dari jalan lahir. Bayi ini kemudian akan secara alami, tanpa dibantu, mencari putting ibunya untuk menyesap ASI.

Inisiasi Menyusu Dini dapat berhasil diterapkan jika ibu yang menjalani proses persalinan telah siap secara fisik dan mental serta didukung penuh oleh semua pihak di sekitarnya, terutama rumah sakit, dokter yang menjalankan proses persalinan dan keluarga.

Berikut beberapa manfaat yang bisa didapatkan dengan menjalankan proses IMD :

  • Memberi kesempatan pada bayi untuk mendapatkan kolostrom, yaitu tetes ASI pertama ibu yang kaya nutrisi dan membantu mencegah penyakit. Cairan pertama dari ASI ini biasanya berwarna kuning, sangat padat, dan hanya sebanyak kira – kira satu sendok teh.
  • Proses ini juga menunjang keberhasilan ASI Eksklusif. ASI Ekslusif mengandung arti bahwa makanan bayi hanyalah ASI, tanpa cairan atau makanan padat lain termasuk air mineral. ASI Eksklusif ini umumnya diterapkan di usia bayi 0 sampai 6 bulan.
  • Bukti menunjukan bahwa kulit bayi yang bersentuhan langsung dengan kulit ibunya ( skin to – skin contact ) segera setelah bayi lahir ke dunia dapat membangun keintiman dengan sang ibu menjadi lebih dalam. Proses ini juga membantu membuat bayi tetap merasa hangat setelah keluar dari rahim.Selain itu, kulit tubuh bayi yang bersentuhan langsung dengan kulit tubuh ibunya merupakan cara efektif untuk menenangkan bayi saat sakit dan membuat sang ibu lebih nyaman.
  • Bayi menjadi lebih tenang dan relatif tidak terlalu sering menangis.
  • Mengurangi angka kematian bayi baru lahir.
  • Meningkatkan kesehatan, pertumbuhan, dan daya tahan tubuh bayi, terutama di usia 0 – 1 tahun.
  • Lebih menstabilkan nafas bayi, terutama setelah dilahirkan.
  • Membantu ibu untuk pulih lebih cepat setelah proses persalinan.

RS St. Carolus Summarecon Serpong telah menetapkan IMD sebagai salah satu indikator mutu pelayanan rumah sakit.

Berkat kerjasama yang baik antara bidan, perawat dan ibu yang baru melahirkan, target pencapaian indikator pelaksanaan IMD di RS St. Carolus Summarecon Serpong sejak bulan Januari 2017 sampai bulan Juni 2017 selalu tercapai 100%.

 

 

3. Mencuci Tangan

Mencuci tangan merupakan salah satu indikator penting dalam menurunkan penyebaran infeksi. Hal ini ditunjukan dengan mencuci tangan menjadi salah satu indikator perilaku hidup bersih dan sehat ( PHBS ) dan sasaran keselamatan pasien di rumah sakit.

WHO sendiri menyatakan bahwa mencuci tangan dengan 6 langkah dapat mencegah penyebaran organisme yang dapat menyebabkan infeksi ( WHO, 2017 ).

Diare menjadi salah satu penyakit yang dapat terjadi karena rendahnya perilaku PHBS. Berdasarkan data Riskesdas angka kejadian diare menurun sebanyak 3,5 %, hal ini diikuti dengan meningkatnya kepatuhan PHBS terkait mencuci tangan menjadi 47% ( Riskesdas, 2013 ).

Kementerian Kesehatan juga menyatakan bahwa mencuci tangan dapat membantu dalam penurunan diare sebanyak 50% ( Depkes, 2014 ). Bahkan mencuci tangan dapat terbukti efektif dalam menurunkan angka kejadian flu sebanyak 20% ( Lancett, 2012 ). Pelaksanaan kebersihan tangan juga sangat mudah, dapat menggunakan air mengalir dan sabun atau cairan berbasis alkohol.

Mencuci tangan dengan menggunakan air mengalir dan sabun dapat dilakukan ketika tangan terlihat kotor atau setelah terkena cairan tubuh dalam waktu 40 – 60 detik. Mencuci tangan dengan menggunakan cairan berbasis alkohol dapat dilakukan ketika tangan tidak terlihat kotor dalam waktu 20 – 30 detik.

Cara mencuci tangan dilakukan dengan 6 langkah, seperti pada gambar dibawah ini

 

Mencuci tangan merupakan program utama RS St Carolus Summarecon Serpong dalam rangka menurunkan angka kejadian penyebaran infeksi di rumah sakit, karena itu RS St. Carolus Summarecon Serpong telah menetapkan cuci tangan sebagai salah satu indikator mutu rumah sakit.

Berikut ini adalah grafik pencapaian indikator mutu cuci tangan dengan 6 langkah di RS St Carolus Summarecon Serpong

 

 

Berita

Agenda Bulan Ini

Agenda Yang Lalu